Keutamaan Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

Keutamaan Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

A. Pengertian Puasa

Apa itu puasa?

        Puasa adalah bahasa puasa berarti “menahan diri”. Menurut syara'/Sayyid Sabiq ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkanya dari mula terbit fajar hingga terbenam matahari, karena perintah Allah semata- mata, serta disertai niat dan syarat-syarat tertentu. Puasa adalah terjemahan bahasa Arab al-Shaum yang secara etimologis berarti menahan diri dari apa pun. Dalam hukum Islam, puasa ialah menahan diri dari apa pun baik kata maupun perbuatan. Penggunaan kata-kata al-Shaum dalam arti etimologi ini ditemukan dalam Al-Qur'an dalam surat Maria ayat 26 yang berbunyi: "Kemudia makan, minum, dan bergembira. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakan: "Sesungguhnya aku telah berpuasa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, dan aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari itu."
        Muhammad bin Ismail al-Kahlani, berpuasa sebagai menahan diri dari makan, minum dan berhubungan seksual dan orang lain yang diperintahkan untuk menahan diri dari itu sepanjang hari dengan cara yang ditentukan. Selain itu, menahan diri dari kata-kata tanpa kata (membuat), merangsang (porno) adalah kata lain yang ilegal atau tidak senonoh pada waktu tertentu dan sesuai dengan kondisi yang ditentukan.

Bagaimana pandangan puasa dari segi Islam?

        Ibadah puasa adalah ibadah yang berbeda dari ibadah lainnya. Jika ibadah seperti sholat amalnya untuk diri sendiri, maka tidak dengan puasa. Karena amal ibadah dari puasa adalah untuk Allah SWT sehingga pahalanya bisa lebih besar dibanding amal ibadah lainnya. Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

B. Pengertian Kesehatan Jiwa

Apa itu pengertian Kesehatan Jiwa?

    Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

         Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan. 

Apa saja sih gejala Kesehatan Jiwa?

Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut ini, antara lain:

  • Berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman.
  • Delusi, paranoia, atau halusinasi.
  • Kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi.
  • Ketakutan, kekhawatiran, atau perasaan bersalah yang selalu menghantui.
  • Ketidakmampuan untuk mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
Bagaimana sih cara untuk menyembuhkannya?

  • Stimulasi otak. Stimulasi otak berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
  • Obat-obatan. Pemberian obat-obatan untuk mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak. 
  • Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan.
  • Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri, misalnya percobaan bunuh diri.
C. Hubungan Puasa dan Psikologi

Apa saja hubungan Puasa dan Psikologi itu?
  • Puasa untuk ketahanan fiisik
Berdasarkan kesimpulan penelitian Defrizal Siregar dan Juriana (2005) ini, diketahui bahwa berpuasa dengan kerja fisik tidak memberikan pengaruh yang buruk terhadap kadar glukosa darah. Sebaliknya, berpuasa dengan kerja fisik tetap memberikan kestabilan pada kadar glukosa darah normal. Kerja fisik pada saat berpuasa akan menjaga daya tahan tubuh sehingga komposisi tubuh ideal yang kita inginkan dapat tercapai.
  • Meningkatkan nilai dan pengalaman keagamaan
Berdasarkan kesimpulan penelitian Defrizal Siregar dan Juriana (2005) ini, diketahui bahwa berpuasa dengan kerja fisik tidak memberikan pengaruh yang buruk terhadap kadar glukosa darah. Sebaliknya, berpuasa dengan kerja fisik tetap memberikan kestabilan pada kadar glukosa darah normal. Kerja fisik pada saat berpuasa akan menjaga daya tahan tubuh sehingga komposisi tubuh ideal yang kita inginkan dapat tercapai.
  • Meningkatkan nilai sosial
Kekuatan puasa (ramadhan) dalam menghidupkan atau memperkuat nilai-nilai hidup sosial dan agama dicapai melalui proses pengulangan. Pengulangan yang terus menerus memberi bekasan yang relatif menetap dalam diri seseorang. Aktivitas beribadah dan beramal sosial akhirnya menguatkan nilai sosial dan nilai keagamaan seseorang.
  • Puasa meningkatkan kontrol diri
Hasil penelitian Ghozali (2004) menunjukkan dukungannya terhadap pernyataan di atas. Ghozali menemukan bahwa intensitas berpuasa sunnat memiliki korelasi dengan kendali diri mahasiswa. Semakin intens berpuasa sunnah, semakin tinggi kendali dirinya. Menarik untuk diteliti lebih lanjut, apakah latihan puasa selama lebih kurang 30 hari secara empiris dapat meningkatkan kontrol diri.
  • Puasa meningkatkan kreatifitas

Dalam suatu khotbah (Masjid Ulil Albab UII. Yogyakarta, 21 Oktober 2005) disampaikan suatu cerita tentang seorang profesor yang kreatif. Ia telah menulis berpuluh-puluh buku yang cemerlang di bidangnya. Yang menarik adalah apa yang membuatnya sedemikian kreatif. Tidak lain adalah saat ia mereasa lapar, karena puasa, ia lebih mudah memperoleh insight dan ilham, yang menjadi bahan bagi penulisannya. Berdasarkan penjelasan di atas, menarik untuk dilakukan penelitian empiris: hubungan intensitas puasa dengan kreativitas.

D. Macam-Macam Puasa

Apa saja sih macam-macam puasa?

Puasa Wajib:

  • Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan selama sebulan saat bulan Ramadhan. Kewajiban ibadah puasa Ramadhan terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 183.
  • Puasa Nazar
Puasa nazar adalah puasa wajib karena sebuah janji. Karena janji adalah utang yang harus dibayar, sehingga puasa nazar wajib hukumnya
  • Puasa Denda atau Kifarat
Puasa denda adalah puasa wajib yang dilakukan untuk menggantikan dam atau denda atas pelanggaran. Puasa ini bertujuan menghapus dosa yang telah dilakukan. 

Puasa Sunnah:
  • Puasa Syawal
Syawal adalah nama bulan setelah bulan Ramadhan
  • Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilakukan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
  • Puasa Arafah
Puasa arafah adalah puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
  • Puasa Tarwiyah
Puasa arafah adalah puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
  • Puasa Senin Kamis
Jenis puasa sunnah ini mungkin yang paling banyak dilaksanakan. Puasa senin kamis berawal ketika Nabi Muhammad SAW memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di hari senin dan kamis. Hari Senin adalah hari kelahiran beliau sedangkan hari kamis adalah hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan. Dan pada hari Senin Kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketika diperiksa dalam keadaan berpuasa.

E. Manfaat dan Keutamaan Puasa Bgi Kesehatan Mental

Apa saja sih keutamaan dan manfaat puasa bagi kesehatan mental?

        Jenis puasa sunnah ini mungkin yang paling banyak dilaksanakan. Puasa senin kamis berawal ketika Nabi Muhammad SAW memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di hari senin dan kamis. Hari Senin adalah hari kelahiran beliau sedangkan hari kamis adalah hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan. Dan pada hari Senin Kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketika diperiksa dalam keadaan berpuasa.
        Jenis puasa sunnah ini mungkin yang paling banyak dilaksanakan. Puasa senin kamis berawal ketika Nabi Muhammad SAW memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di hari senin dan kamis. Hari Senin adalah hari kelahiran beliau sedangkan hari kamis adalah hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan. Dan pada hari Senin Kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketika diperiksa dalam keadaan berpuasa.

Komentar